Sunday, 01 August 2010
Newsflash

Untuk rekan-rekan jemaat dan pekerja Sydney yang membutuhkan bulettin Gereja Tiberias Indonesia, Jakarta yang ditulis oleh bapak Pdt.Drs.Yesaya Pariadji S.Th bisa membacanya di sini.

 
Diana's Confession
Image
Diana who cured from breast, lungs and back bone cancer
(Stage 3) 
Read more...
 
Advertisement
Hukum Tabur Tuai E-mail
Written by Ricky   
Article Index
Hukum Tabur Tuai
Page 2
Page 3
Page 4

Image

Pendahuluan

Di dunia ini Tuhan telah menetapkan adanya hukum "Tabur Tuai" Baik secara alami maupun secara fisik contohnya seorang petani yang mengharapkan tuaian, dia harus terlebih dahulu menabur benih baru dia dapat menuai dikemudian hari.

Ada lagi system "Tabur Tuai dalam perbuatan" yakni kita dapat memutuskan sendiri apakah kita ingin menuai yang baik atau yang buruk. Istilah lain setiap tindakan kita ada balasnya apakah yang baik atau yang jahat/buruk. (Yeh 7:3-4) & (Mat 7:2) & (Ayub 4:8)

Menurut Firman Tuhan kita dipanggil untuk menerima berkat dan memberkati (1Ptr 3:9). Betul ! Tuhan Yesus telah mati di kayu salib untuk kita supaya kita dibebaskan dari kutuk, namun untuk hidup diberkati atau tidaknya tergantung pada keputusan kita karena Galatia 6:7 mengatakan "Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" Contohnya Bapa Surgawi telah memberikan Anaknya Yang Tunggal Yesus Kristus kepada kita supaya kita menerima keselamata. Tanpa pengorbananYesus Kristus di kayu salib, kitapun tidak mendapatkan keselamatan. Jadi tuhan telah lebih dulu memberikan teladan bagi kita supaya kita pun mengikuti jejaknya yakni kita harus menabur agar menuai (Memberi supaya Menerima). (Kej 12:2) & (Imanuel 25:21) & (Za 8:13)

 Banyak anak2 Tuhan hanya mengeluh tidak diberkati tapi mereka lupa bahwa mereka juga tidak menabur. Ya jelas walaupun kita sudah lama jadi Orang Kristen, namun tidak menerima berkat masalahnya bukan Tuhan tidak mau memberkati tapi kitalah yang tidak mengizinkan berkat itu turun kepada kita. Ya memang pada waktu pertama kali Tuhan selalu memberi berkat namun Dia pun ingin kita jadi berkat bagi orang lain/bukan saja menerima. Karena Tuhan telah menetapkan hukum tabur tuai bagi ke hidupan kita di dunia ini, entah kita orang Kristen atau bukan, Hukum ini akan berlaku.

Misalkan dari dulu sampai sekarang anda tidak pernah memberi/menabur maka anda pun jangan harap dapat menuai sesuatu, karena Hukum Tuhan itu tidak dapat dilangga/dikompromi.

A. Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang memberi segelas air kepada hambahnya (Mat 10:42). 

1. Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa barangsiapa memberi secankir air putih saja kepada hambahnya maka kita pun akan menerima balasan dari Tuhan(menerima berkat dari Tuhan) dari sini pun kita mengerti bahwa Tuhan Yesus sedang mengajar tentang tabur tuai. Maksudnya Tuhan tidak akan melupakan tentang pemberian/taburan kita yang kita lakukan terhadap hambah Tuhan yang adalah biji illustrasi. 

 Ada cerita tentang seorang mahasiswa dari sebuah universitas di jakarta, pada suatu hari datang ke tempat terpelosok/desa mengadang kuliah kerja Nyata(Praktek) suatu ketika dia merasa kepanasan, lalu mampir di suatu rumah untuk minta minu. Bapak yang punya rumah tidak memberikan air putih, tetapi dia memberi segelas susu sapi, karena Bapak ini mempunyai seekor sapi perah.

 Mahasiswa pemuda tersebut heran dan berkata "Pak saya cuma minta air putih" Bapak teserbut menjawab "Nak, disini airnya menta, lebih baik minum saja air susu." Maka diminumlah susu itu, lalu bertanya, "Berapa Pak?"

"Tidak perlu  bayar, Bapak sudah ikhlas memberikan air susu itu kepadamu."

Sebelum terpisah, mahasiswa itu mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan alamatnya di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian bapak ini terkena penyakit kanker. Dia harus menjual sawahnya untuk onkos pengobatan. Oleh anak gadisnya ia dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Ongkosnya operasi, obat-obatan, dan dokter semuanya berjumlah enam juta rupiah. Sedangkan hasil penjualan sawah belum mencukupinya. Anak gadisnya menjadi gemetar ketika mengatahui jumlah yang harus dibayar. Lalu, dia minta waktu untuk melunasi, tetapi petugas kasir menyuruh dia membaca keterangan di bagaian bawahnya lagi ada tulisan "harga segelas susu". Ternanyata dokter spesialis pada bagian operasi itu adalah mahasiswa yang dahulu minum susu di rumahnya. 

Saudara cerita ini adalah kenyataan, Bapak yang memberikan segelas susu ini bukan orang kristen, namun karena dia melakukan hukum Tuhan dalam hal tabur tuai maka dia pun menerima berkat kembali setelah lama kemudian. seandaikata bapak tersebut mengenakan harga segelas susu itu maka dia hanya dapat sekedar uang saja, tapi karena dia ikhlas member dengan cuma-cuma Bapak desa ini memberi kepada seorang mahasiswa saja dapat menerima berkat apalagi memberi kepada hamba Tuhan pasti berkatnya lebih besar lagi amin. 

             2) Jadi setiap kali anda menabur/memberi pikiran tuaian/keuntungan yang akan anda tetima dikemudian hari mungkin bukan sekarang tapi kelak itu akan berguna bagi anak2 cucu kita/keluarga kita. Jangan terlalu pelit dan segan memberi menabur maka anda tidak akan susa/tidak akan kekurangan seperti dikatakan dalam Firman Tuhan (Ams11:24-25)&(Ams28:22)

             3)  Hukum Tabur Tuai apakah itu pasitif atau negatif pasti dijamin akan terjad/tergenapi karena Firman Tuhan tidak bisa berdusta/menyimpang dari kebenaran.

Orang Kikir mati secara tragis

Seorang wanita di West Palm Beach, Florida kedapatan mati pada usia 71 tahun. Menurut laporan dari petugas yang menyidlidiki tentang penyebab kematiiannya desebabkan karena kekurangan makanan. Berat tubuh wanita itu hanya sekitar 25kg. Wanita ini perkerjaannya sehari2 meminta2 sisa makanan dari rumah para tentanganya dan pakaian yang dikenangkannya diperoleh dari Bala keselematan. Dari luar dia tampak sebagai wanita yang miskin sekali   dan seorang janda tua yang terlupakan dan memelas. Dibalik keberadaannya yang kotor, didapati 2 buah kunci yang memberi pentunjuk bahwa dia mempunyai simpanan deposito di dua buah bank lokal. Dan apa yang mereka dapatkan sungguh sulit untuk dipercaya. Kotak simpanan deposito yang pertama berisi 700 sertifikat, masih ditambah dengan ratusan surat2 berharga lainnya, bon2 dan jaminan keuanagan untuk masa depan yang nilainya sangat besar. itu belum termasuk jumlah uang tunai yang hampir mencapai jumlah tiga ratus juta rupiah. Kotak deposito yang kedua tidak berisi sertifika, tetapi berisi banyak uang tunai, sekitar Rp.900,000,- Kotak deposito itu juga masih ditambah dengan harta kekayaan lebih dari satu milyar rupiah. Wanita itu, biar bagaimanapun adalah seorang milyuner, tetapi mati karena kelaperan di sebuah tempat yang tidak terurus.

  • Kenapa ada orang kaya sekali tapi hidupnya melarat? Karena pelit/kikir sehingga tidak diberi kuasa oleh Tuhan untuk menikmati berkat2 Tuhan.si wanitajanda tua ini kerjanya hanya minta2 saja maunya menerima saja tidak suka memberi maka dia jadi mati tragis meskipun hartanya dan uangnya berlimpah2. (Pkh 6:2)
  • Kita dapat menikmati berkat Tuhan karena Tuhan memberikan kuasa. (Pkh 5:18)

       4) Jika tidak suka memberi maka kita pun tidak mendapat bagian di dalam Kerjaan Surga dan segala harta kekayaan kita tidak dapat kita bawa. (Mzm 49:17-20)&(Gal 5:20)&(1Kor 6:10)

 


 
< Prev   Next >